BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Mahasiswa sering terjebak dalam kondisi dimana
statusnya dalam kampus hanya diartikan sempit dengan berkutat pada dunia kampus
saja. Mahasiswa seperti itu menganggap bahwa tugasnya adalah sekedar belajar di
kampus untuk pada akhirnya mencapai nilai IPK yang tinggi. Jika memang seperti
itu kondisinya, maka akan sangat sia-sia kelebihan yang dimiliki mahasiswa.
Sebenarnya memang tidak salah sebagai mahasiswa kita memiliki beban untuk
belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapat nilai yang baik
sebagai tanggung jawab terhadap orangtua yang telah membiayai kita dan sebagai
syarat untuk meniti karier setelah lulus. Akan tetapi, harus diingat bahwa
tanggung jawab mahasiswa tidak hanya itu saja. Menjadi seorang mahasiswa tidak
lantas terlepas dari dunia di luar kampus. Mahasiswa masih memiliki banyak
tanggung jawab lain yang harus dipenuhi. Mahasiswa memiliki tanggung jawab
untuk berkontribusi kepada masyarakat, di mana mahasiswa harus memiliki
kepekaan untuk berkontribusi terhadap permasalahan yang terjadi di luar dirinya
maupun kegiatan kampus, baik itu masyarakat umum di lingkungan kampus maupun
masyarakat sekitarnya atau bahkan permasalahan bangsanya. Terlebih lagi bagi
mereka yang berkuliah di universitas negeri, di mana kampusnya dibangun dengan
uang masyarakat kecil. Sudah sepatutnya mahasiswa itu lebih memiliki tanggung
jawab kepada masyarakat. Untuk itu, sebagai mahasiswa, kita diharapkan
mempunyai andil dan kontribusi nyata terhadap masyarakat
2. Tujuan
Mahasiswa merupakan bagian dari
masyarakat, mahasiswa merupakan faktor
pendorong dan pemberi semangat sekaligus memberikan contoh dalam menerapkan
perilaku terpuji. Peran mahasiswa dalam masyarakat secara garis besar dapat
digolongkan menjadi peran sebagai kontrol sosial dan peran sebagai pembaharu
yang diharapkan mampu melakukan pembaharuan terhadap sistem yang ada.
pendorong dan pemberi semangat sekaligus memberikan contoh dalam menerapkan
perilaku terpuji. Peran mahasiswa dalam masyarakat secara garis besar dapat
digolongkan menjadi peran sebagai kontrol sosial dan peran sebagai pembaharu
yang diharapkan mampu melakukan pembaharuan terhadap sistem yang ada.
3. Sasaran
Membekali mahasiswa agar setelah lulus
mempunyai kompetensi sebagaimana dipersyaratkan tenaga pendidik profesional.
Untuk memenuhi hal tersebut UMK telah merumuskan visinya, yaitu menghasilkan
insan yang bernurani, mandiri, dan cendekia. Untuk mewujudkan visi cendekia
dilakukan melalui kegiatan kurikuler atau kegiatan akademik sesuai dengan
bidang studinya, sedangkan untuk mewujudkan visi bernurani dan mandiri, selain
kegiatan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran atau ko kurikuler, juga dilakukan
melalui kegiatan ekstrakurikuler. Agar kegiatan- kegiatan tersebut dapat
memenuhi harapan, maka telah dirancang program pembinaan kemahasiswaan untuk
lima tahun kedepan. Sasaran pembinaan kemahasiswaan diarahkan pada (1) pembentukan sikap dan jati diri
mahasiswa sebagai insan akademik yang memahami etika, tatacara berkomunikasi, menggunakan nalar, serta memahami
hak dan kewajibannya sebagai warga kampus maupun warna negara Indonesia, (2)
pengembangan kegiatan kemahasiswaan menuju pada peningkatan moral, penalaran,
kreativitas, menumbuhkan daya saing dan entrepreunership, peningkatan
kebugaran, sportivitas dan kepedulian sosial, (3) pengembangan organisasi
kemahasiswaan yang demokratis dan efektif. Melalui pembinaan tersebut
diharapkan dapat menghasilkan lulusan UMK yang mempunyai kemampuan akademik
bagus dan mempunyai kepribadian serta karakter yang unggul.
BAB II PERMASALAHAN
Analisis
permasalahan Pemahaman Sosial Masyarakat Tercermin Pada
Perilaku Mahasiswa di Kampus dengan memperhatikan
dan mempertimbangkan kondisi lingkungan
internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1. Kekuatan (Strength)
a.
Mahasiswa dapat menjadi aset berharga
bagi bangsa
b.
Mahasiswa juga dapat memberikan
kemudahan bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan pemimpin negara
c.
Mahasiswa dapat merubah segalanya
dengan kemampuan yang dimiliki
d.
Budaya saling tolong –menolong
diterapkan di kampus
2. Kelemahan (Weakness)
a.
Kesadaran tanggung jawab yang kurang
b.
Mahasiswa harus merubah pola pikirnya
menjadi lebih baik dari sebelumnya namun itu sangatlah sulit untuk
dijalankannya
c.
Mahasiswa merasa terbebani karena
tugas yang rumit atau terlalu banyak
d.
mahasiswa tidak akan bebas untuk
menjalani hidup mereka
3. Peluang (Opportunity)
a. Merubah
pola pikir mahasiswa agar menjadi lebih baik dari sebelumnya
b. Memahami
betul tentang bersosialisasi di masyarakat terutama di lingkungan sekitar
c. Membagun
kebudayaan dalam kampus yang baik dan bersosialisasi
d. Menjadikan
pengalaman terhadap mahasiswa untuk tampil lebih baik terhadap sosial di
masyarakat.
4.
Tantangan/Hambatan (Threats)
a. Individu
mahasiswa yang berbeda sulit untuk dimengerti
b. Perubahan
sikap mahasiswa tidak dapat di wujudkan serempak
c.
Sebagian mahasiswa yang plin –plan sulit untuk merubah diri
d.
Selalu
dijadikan sebagai sarana untuk uji coba pemulihan
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. Kesimpulan
Mahasiswa
menjadi tidak lagi berpikiran bahwa mahasiswa hanya belajar mengikuti test dan
lulus namun juga turut berperan penting untuk bangsa dan masyarakat dan
menjadikannya lebih baik lagi, lebih kritis, analitis, dinamis, dialogis.
2. Rekomendasi
a.
Kritis,
yang berarti setiap insan akademis harus senantiasa mengembangkan sikap ingin tahu
segala sesuatu untuk selanjutnya diupayakan jawaban dan pemecahannya melalui
suatu kegiatan ilmiah penelitian
b.
Kegiatan
ilmiah harus dilakukan dengan suatu metode ilmiah yang merupakan suatu
prasyarat untuk tercapainya suatu kebenaran ilmiah.
c.
Dinamis,
yang berarti ciri ilmiah sebagai budaya akademik harus dikembangkan
terus-menerus.
d.
Dialogis,
artinya dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dalam masyarakat akademik
harus memberikan ruang pada peserta didik untuk mengembangkan diri, melakukan
kritik serta mendiskusikannya.
Referensi Tulisan :
1.
http://inderagunawan.blogspot.com/2011/04/pengaruh-kampus-terhadap-perilaku.html
2.
http://indo-sejarah.blogspot.com/2010/05/interaksi-sosial.html
3. Disiplin
nasional: suatu analisa makro dan penerapannya di lingkungan kampus
4. Benturan
ideologi: arus deras gerakan mahasiswa Indonesia 1998