Kamis, 16 Januari 2014

Makalah 4


BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Mahasiswa sering terjebak dalam kondisi dimana statusnya dalam kampus hanya diartikan sempit dengan berkutat pada dunia kampus saja. Mahasiswa seperti itu menganggap bahwa tugasnya adalah sekedar belajar di kampus untuk pada akhirnya mencapai nilai IPK yang tinggi. Jika memang seperti itu kondisinya, maka akan sangat sia-sia kelebihan yang dimiliki mahasiswa. Sebenarnya memang tidak salah sebagai mahasiswa kita memiliki beban untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapat nilai yang baik sebagai tanggung jawab terhadap orangtua yang telah membiayai kita dan sebagai syarat untuk meniti karier setelah lulus. Akan tetapi, harus diingat bahwa tanggung jawab mahasiswa tidak hanya itu saja. Menjadi seorang mahasiswa tidak lantas terlepas dari dunia di luar kampus. Mahasiswa masih memiliki banyak tanggung jawab lain yang harus dipenuhi. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat, di mana mahasiswa harus memiliki kepekaan untuk berkontribusi terhadap permasalahan yang terjadi di luar dirinya maupun kegiatan kampus, baik itu masyarakat umum di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitarnya atau bahkan permasalahan bangsanya. Terlebih lagi bagi mereka yang berkuliah di universitas negeri, di mana kampusnya dibangun dengan uang masyarakat kecil. Sudah sepatutnya mahasiswa itu lebih memiliki tanggung jawab kepada masyarakat. Untuk itu, sebagai mahasiswa, kita diharapkan mempunyai andil dan kontribusi nyata terhadap masyarakat
2. Tujuan
Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat, mahasiswa merupakan faktor
pendorong dan pemberi semangat sekaligus memberikan contoh dalam menerapkan
perilaku terpuji. Peran mahasiswa dalam masyarakat secara garis besar dapat
digolongkan menjadi peran sebagai kontrol sosial dan peran sebagai pembaharu
yang diharapkan mampu melakukan pembaharuan terhadap sistem yang ada.
3. Sasaran
Membekali mahasiswa agar setelah lulus mempunyai kompetensi sebagaimana dipersyaratkan tenaga pendidik profesional. Untuk memenuhi hal tersebut UMK telah merumuskan visinya, yaitu menghasilkan insan yang bernurani, mandiri, dan cendekia. Untuk mewujudkan visi cendekia dilakukan melalui kegiatan kurikuler atau kegiatan akademik sesuai dengan bidang studinya, sedangkan untuk mewujudkan visi bernurani dan mandiri, selain kegiatan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran atau ko kurikuler, juga dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Agar kegiatan- kegiatan tersebut dapat memenuhi harapan, maka telah dirancang program pembinaan kemahasiswaan untuk lima tahun kedepan. Sasaran pembinaan kemahasiswaan diarahkan pada    (1) pembentukan sikap dan jati diri mahasiswa sebagai insan akademik yang memahami etika, tatacara berkomunikasi, menggunakan nalar, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga kampus maupun warna negara Indonesia, (2) pengembangan kegiatan kemahasiswaan menuju pada peningkatan moral, penalaran, kreativitas, menumbuhkan daya saing dan entrepreunership, peningkatan kebugaran, sportivitas dan kepedulian sosial, (3) pengembangan organisasi kemahasiswaan yang demokratis dan efektif. Melalui pembinaan tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan UMK yang mempunyai kemampuan akademik bagus dan mempunyai kepribadian serta karakter yang unggul. 
BAB II  PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Pemahaman Sosial Masyarakat Tercermin Pada Perilaku Mahasiswa di Kampus dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1.       Kekuatan (Strength)
a.       Mahasiswa dapat menjadi aset berharga bagi bangsa
b.       Mahasiswa juga dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan pemimpin negara
c.       Mahasiswa dapat merubah segalanya dengan kemampuan yang dimiliki
d.       Budaya saling tolong –menolong diterapkan di kampus

2.       Kelemahan (Weakness)
a.       Kesadaran tanggung jawab yang kurang
b.       Mahasiswa harus merubah pola pikirnya menjadi lebih baik dari sebelumnya namun itu sangatlah sulit untuk dijalankannya
c.       Mahasiswa merasa terbebani karena tugas yang rumit atau terlalu banyak
d.       mahasiswa tidak akan bebas untuk menjalani hidup mereka

3.       Peluang (Opportunity)
a.       Merubah pola pikir mahasiswa agar menjadi lebih baik dari sebelumnya
b.       Memahami betul tentang bersosialisasi di masyarakat terutama di lingkungan sekitar
c.       Membagun kebudayaan dalam kampus yang baik dan bersosialisasi
d.       Menjadikan pengalaman terhadap mahasiswa untuk tampil lebih baik terhadap sosial di masyarakat.

4.       Tantangan/Hambatan (Threats)
a.     Individu mahasiswa yang berbeda sulit untuk dimengerti
b.     Perubahan sikap mahasiswa tidak dapat di wujudkan serempak
 c. Sebagian mahasiswa yang plin –plan sulit untuk merubah diri
 d. Selalu dijadikan sebagai sarana untuk uji coba pemulihan











BAB III  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. Kesimpulan
Mahasiswa menjadi tidak lagi berpikiran bahwa mahasiswa hanya belajar mengikuti test dan lulus namun juga turut berperan penting untuk bangsa dan masyarakat dan menjadikannya lebih baik lagi, lebih kritis, analitis, dinamis, dialogis.
2. Rekomendasi
a.         Kritis, yang berarti setiap insan akademis harus senantiasa mengembangkan sikap ingin tahu segala sesuatu untuk selanjutnya diupayakan jawaban dan pemecahannya melalui suatu kegiatan ilmiah penelitian
b.         Kegiatan ilmiah harus dilakukan dengan suatu metode ilmiah yang merupakan suatu prasyarat untuk tercapainya suatu kebenaran ilmiah.
c.         Dinamis, yang berarti ciri ilmiah sebagai budaya akademik harus dikembangkan terus-menerus.
d.         Dialogis, artinya dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dalam masyarakat akademik harus memberikan ruang pada peserta didik untuk mengembangkan diri, melakukan kritik serta mendiskusikannya.

Referensi Tulisan :


1.       http://inderagunawan.blogspot.com/2011/04/pengaruh-kampus-terhadap-perilaku.html

2.       http://indo-sejarah.blogspot.com/2010/05/interaksi-sosial.html

3.       Disiplin nasional: suatu analisa makro dan penerapannya di lingkungan kampus

4.       Benturan ideologi: arus deras gerakan mahasiswa Indonesia 1998


Tidak ada komentar:

Posting Komentar