1.
Pengertian
Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada
pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang
dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi
nonverbal.
Onong Uchjana Effendy
Komunikasi adalah proses
penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu,
mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun
tidak langsung (melalui media).
Analisis Pengertian Komunikasi Dan 5
(Lima) Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell Sat, 10/11/2007 – 6:54pm —
Rejals Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell.
Komunikasi pada dasarnya merupakan
suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada
siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to
whom? with what effect?). (Lasswell 1960).
Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir,
memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar
membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan
oleh komunikator.
Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber
menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku
mereka.
Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide
dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk
mengubah tingkah laku mereka.
Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang
memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan
lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.
New Comb
Komunikasi adalah
transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari
sumber kepada penerima.
Bernard Barelson & Garry A.
Steiner
Komunikasi adalah proses transmisi
informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan
simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.
Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana
pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama
dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus
rangsangan dan pembangkitan balasannya.
Definisi komunikasi : Menurut Forsdale
(1981) seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi : Dia menerangkan
dalam sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is
established, maintained and altered by means of shared signals that operate
according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem
dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang
dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
Analisis : Komunikasi adalah
sebuah cara yang digunakan sehari-hari dalam menyampaikan
pesan/rangsangan(stimulus) yang terbentuk melalui sebuah proses yang melibatkan
dua orang atau lebih. Dimana satu sama lain memiliki peran dalam membuat pesan,
mengubah isi dan makna, merespon pesan/rangsangan tersebut, serta memeliharanya
di ruang publik. Dengan tujuan sang “receiver” (komunikan) dapat menerima
sinyal-sinyal atau pesan yang dikirimkan oleh “source” (komunikator).
William J. Seller
William J.Seller mengatakan bahwa
komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan,
diterima dan diberi arti.
Artikel
mengenai Pengertian atau Definisi
Komunikasi telah anda baca, semoga artikel diatas bisa berguna bagi anda
dan dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda. Terima kasih atas perhatian
anda.
ARTI PENTING
KOMUNIKASI
Komunikasi
adalah
suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain
untuk mencapai tujuan
tertentu. Komunikasi adalah prasyarat
kehidupan manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada
komunikasi.
Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan,
kelompok, ataupun organisasi tidak
mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila
masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi dilakukan manusia
baik secara perorangan, kelompok, atau organisasi.
Sebagai makhluk sosial, kita tidak
bisa menghindar dari
tindakan komunikasi menyampaikan dan menerima pesan dari dan ke orang lain.
Tindakan komunikasi ini terus menerus terjadi selama proses
kehidupannya. Prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik,
psikologis, maupun sosial, karena
proses komunikasi tidak terjadi pada sebuah ruang kosong. Pelaku proses
komunikasi adalah manusia yang selalu bergerak dinamis. Komunikasi menjadi penting
karena fungsi yang bisa dirasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui
komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam
benak pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara
langsung maupun tidak langsung. Melalui komunikasi seseorang
dapat membuat dirinya tidak merasa terasing atau terisolasi dari lingkungan di
sekitarnya.
FUNGSI KOMUNIKASI
Fungsi Komunikasi menurut Onong
Uchjana Effendy:
1. Menginformasikan (to inform)
Adalah memberikan informasi kepada masyarakat,
memberitahukan kepada masyarakat mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau
pikiran dan tingkah laku orang
lain, serta segala sesuatu yang
disampaikan orang lain.
2. Mendidik (to educated)
Adalah komunikasi merupakan sarana
pendidikan. Dengan komunikasi, manusia dapat menyampaikan ide dan pikiranya
kepada orang lain, sehingga orang lain mendapatkan informasi dan ilmu
pengetahuan.
3. Menghibur (to entertain)
Adalah komunikasi selain berguna untuk menyampaikan
komunikasi, pendidikan dan mempengaruhi juga berfungsi untuk menyampaikan
hiburan atau menghibur orang lain.
4. Mempengaruhi (to influence)
Adalah fungsi mempengaruhi setiap
individu yang berkomunikasi, tentunya berusaha saling mempengaruhi jalan
pikiran komunikan dan lebih jauh lagi berusaha merubah sikap dan tingkah
laku komunikan sesuai dengan yang di harapkan.
Fungsi Komunikasi menurut William
I Gordon:
1. Komunikasi Sosial
Fungsi komunikasi sebagai
komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk
membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk
memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan.
Komunikasi sosial penting untuk:
- Konsep diri, yaitu pandangan kita mengenai siapa diri kita sendiri dan itu hanya bisa kita peroleh melalui informasi yang diberikan orang lain kepada kita.
- Eksistensi diri. Dengan berkomunikasi, kita dapat menunjukkan eksistensi diri kita atau aktualisasi diri.
- Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan dan memperoleh kebahagiaan.
2.
Komunikasi Ekspresif
Komunikasi ekspresif dapat
dilakukan sendirian maupun dalam kelompok.
Komunikasi ekspresif dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi
instrumen untuk menyampaikan perasaan atau emosi kita. Komunikasi ekspresif
tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain. Perasaan tersebut terutama
dikomunikasikan melalui pesan-pesan
non verbal.
1. Komunikasi Ritual
Komunikasi ritual sering dilakukan
secara
kolektif. Mereka yang berpartisipasi dalam bentuk komunikasi ritual tersebut
menegaskan komitmen mereka kepada tradisi keluarga, suku, bangsa, negara,
ideologi, atau agama.
2. Komunikasi Instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai
beberapa tujuan umum, antara lain menginformasikan, mengajar, mendorong,
mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan
dan juga untuk menghibur.
KARAKTERISTIK/TATANAN
KOMUNIKASI
Komunikasi selalu muncul dalam
konteks, yakni dalam suatu setting atau situasi tertentu. Secara teoretis,
konteks komunikasi dapat dibagi dengan berbagai cara, tergantung kategori yang
kita gunakan. Misalnya, berdasarkan kategori jenis muatan pesan, komunikasi
dapat dibagi atas komunikasi politik, komunikasi bisnis, komunikasi kesehatan,
komunikasi sosial, dan sebagainya.
Dilihat dari jumlahnya,
komunikator atau komunikan dapat dibedakan atas satu orang, banyak orang
(kelompok kecil, kelompok besar, atau organisasi), dan massa. Maka berdasarkan
kategori jumlah manusia yang terlibat di dalamnya, komunikasi dapat terjadi dalam
bentuk antarpribadi, kelompok, organisasi, massa dan antarbudaya. Namun,
sebelum terjadi komunikasi antarpribadi, terjadi komunikasi di dalam diri
komunikator, yang kita sebut komunikasi intrapribadi. Penggolongan berdasarkan
hal ini kita sebut tataran komunikasi. Berikut ini adalah pembahasannya:
1. Komunikasi
Intrapribadi (intrapersonal
communications)
Komunikasi intrapribadi adalah
komunikasi yang terjadi di dalam diri komunikator atau lazim disebut komunikasi
dengan diri sendiri. Misalnya, Anda bertanya kepada diri sendiri, “Dalam
situasi ini, apa yang sebaiknya saya lakukan?” Dalam komunikasi intrapribadi,
Anda bertindak sebagai komunikator dan sekaligus komunikan, orang kepada siapa
pesan komunikator ditujukan. Komunikasi intrapribadi merupakan dasar komunikasi
antarpribadi. Ketika berbicara dengan orang lain, sesungguhnya Anda telah
merampungkan suatu proses berkomu-nikasi dengan diri sendiri, “Apa yang ingin
saya tanyakan? Pesan apa yang akan saya sampaikan? Bagaimana sebaiknya cara
menyampaikannya?” Proses ini berlangsung dengan cepat, nyaris tanpa disadari
lagi, kecuali ketika Anda pertama kali belajar berbicara atau pertama kali
menggunakan bahasa asing yang belum terlalu Anda kuasai. Dengan selesainya
komunikasi intrapribadi, di mana manusia melakukan tindak komunikasi dengan
menyampaikan pesannya, maka ia masuk pada tataran komunikasi antarpribadi.
2. Komunikasi
Antarpribadi (interpersonal
communications)
Komunikasi antarpribadi dapat
terjadi dalam kon-teks satu komunikator dengan satu komunikan (komunikasi
diadik: dua orang) atau satu komunikator dengan dua komunikan (komunikasi
triadik: tiga orang). Lebih dari tiga orang biasanya dianggap komunikasi
kelompok. Komunikasi antarpribadi dapat berlangsung secara tatap muka atau
menggunakan media komunikasi antarpribadi (nonmedia massa), seperti telepon.
Dalam komunikasi antarpribadi, komunikator relatif cukup mengenal komunikan,
dan sebaliknya, pesan dikirim dan diterima secara simultan dan spontan, relatif
kurang terstruktur, demikian pula halnya dengan umpan balik yang dapat diterima
dengan segera. Dalam tataran antarpribadi, komunikasi berlangsung secara
sirkuler, peran komunikator dan komunikan terus dipertukarkan, karenanya
dikatakan bahwa kedudukan komunikator dan komunikan relatif setara. Proses ini
lazim disebut dialog, walaupun dalam konteks tertentu dapat juga terjadi
monolog, hanya satu pihak yang mendominasi percakapan. Efek komunikasi
antarpribadi paling kuat di antara tataran komunikasi lainnya. Dalam komunikasi
antarpribadi, komunikator dapat mempengaruhi langsung tingkah laku (efek
konatif) dari komunikannya, memanfaatkan pesan verbal dan nonverbal, serta
segera merubah atau menyesuaikan pesannya apabila didapat umpan balik negatif.
3. Komunikasi
Kelompok (group communications)
Apabila jumlah pelaku komunikasi
lebih dari tiga orang, cenderung dianggap komunikasi kelompok kecil atau lazim
disebut komunikasi kelompok saja. Sedangkan komunikasi kelompok besar biasa
disebut sebagai komunikasi publik. Jumlah manusia pelaku komunikasi dalam
komunikasi kelompok, besar atau kecilnya, tidak ditentukan secara matematis,
melainkan tergantung pada ikatan emosional antar anggotanya. Dalam komunikasi
kelompok, komunikator relatif mengenal komunikan, dan demikian juga
antarkomunikan. Bentuk komunikasi kelompok kecil misalnya adalah pertemuan,
rapat, dan lainlain. Komunikasi kelompok kecil pasti melibatkan komunikasi
antarpribadi, sehingga teori komunikasi antarpribadi juga berlaku di sini.
Umpan balik dapat diterima dengan segera, menentukan penyampaian pesan
berikutnya. Namun, pesan relatif lebih terstruktur daripada komunikasi
antarpribadi, bersifat formal maupun informal. Komunikasi kelompok sering kita
temui dalam keluarga, tetangga, teman dan kerabat, atau kelompok diskusi.
Komunikasi kelompok dapat terjadi di dalam kelompok dan juga antarkelompok.
4. Komunikasi
dalam Organisasi
Komunikasi organisasi terjadi di
dalam organisasi maupun antarorganisasi, bersifat formal maupun informal.
Semakin formal sifatnya, semakin terstruktur pesan yang disampaikan. Komunikasi
formal adalah komunikasi menurut struktur organisasi: komunikasi ke atas, ke
bawah, maupun horizontal. Sedangkan komunikasi informal adalah yang terjadi di
luar struktur organisasi. Karenanya, komunikasi organisasi melibatkan
komunikasi kelompok, komunikasi antarpribadi, komunikasi intrapribadi, dan
terkadang komunikasi publik juga muncul di dalamnya.
5. Komunikasi
Massa
Komunikasi massa melibatkan jumlah
komunikan yang banyak, tersebar dalam area geografis yang luas, namun punya
perhatian dan minat terhadap isu yang sama. Karena itu, agar pesan dapat
diterima serentak pada waktu yang sama, maka digunakan media massa seperti
surat kabar, majalah, radio, atau televisi. Dalam tataran komunikasi ini,
komunikator dan komunikan serta antarkomunikan relatif tidak saling kenal
secara pribadi, anonim, dan sangat heterogen. Komunikator dapat berbentuk
organisasi (misal, tim redaksi, atau LSM yang menyatakan protes terhadap
sesuatu). Pesan pesannya relatif bersifat umum, disampaikan secara serentak dan
sangat terstruktur. Dalam komunikasi massa, umpan balik relatif tidak ada atau
bersifat tunda. Komunikator cenderung sulit mengetahui umpan balik komunikan
dengan segera. Untuk mengetahuinya, maka biasanya harus dilakukan survei atau penelitian.
Di dalam komunikasi massa terjadi pula komunikasi organisasi, komunikasi
kelompok besar atau pun kecil, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi
intrapribadi.
6. Komunikasi
Antarbudaya (intercultural
communication)
Komunikasi antarbudaya
terjadi apabila sebuah pesan (message)
yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk
konsumsi anggota dari budaya yang lain.
Definisi lain bahwa proses
komunikasi antarbudaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi
antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang
kebudayaan yang berbeda. Apapun definisi yang ada mengenai komunikasi
antarbudaya menyatakan bahwa komunikasi antarbudaya terjadi apabila terdapat
dua budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses
komunikasi.
Analisa:
Komunikasi adalah
salah satu cara manusia berintraksi terhadap satu
samalainya berhubungan yang melibatkan
pengertian atau maksud, dengan syarat mereka perlu setuju dengan definisi
istilah-istilah yang digunakan berdasarkan sesuatu yang simbolik seperti
isyarat,huruf,nomor dan perkataan yang melambangkan ide-ide yang dapat
menyampaikan maksud. Dan komunikasi ini sangatlah
penting dalam kehidupan ini, manusia normal berinteraksi melalui komunikasi
ini . Sebagai makhluk sosial, kita
tidak bisa menghindar dari
tindakan
komunikasi menyampaikan dan menerima pesan dari dan ke orang lain. Tindakan
komunikasi ini terus menerus terjadi selama proses kehidupannya.
Prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik, psikologis, maupun
sosial, karena
proses
komunikasi tidak terjadi pada sebuah ruang kosong. Pelaku proses komunikasi
adalah manusia yang selalu bergerak dinamis. Komunikasi menjadi penting karena
fungsi yang bisa dirasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi
seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak
pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara langsung
maupun tidak langsung. Melalui komunikasi seseorang dapat
membuat dirinya tidak merasa terasing atau terisolasi dari lingkungan di
sekitarnya.
2. Unsur-unsur
komunikasi
Komunikasi
antar manusia hanya bisa terjadi, jika ada seseorang yang menyampaikan pesan
kepada orang lain tujuan
tertentu, artinya komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung oleh adanya
sumber, pesan, media, penerima, dan efek
. unsur-unsur ini bisa juga disebut komponen atau elemen komunikasi.
Komunikator (communicator) ,
Merupakan orang yang menyampaikan isi pernyataannya kepada komunikan .
Komunikator bisa tunggal , kelompok , atau organisasi pengirim berita .
Komunikator bertanggung jawab dalam hal mengirim berita dengan jelas , memilih
media yang ocok untuk menyampaikan pesan tersebut , dan meminta kejelasan
apakah pesan telah diterima dengan baik . Untuk itu , seorang komunikator dalam
menyampaikan pesan atau informasi harus memperhatikan dengan siapa dia
berkomunikasi , apa yang akan dia sampaikan , dan bagaimana cara
menyampaikannya .
Komunikan / penerima / receiver .
Merupakan penerima pesan atau
berita yang disampaikan oleh komunikator . Dalam proses komunikasi , penerima
pesan bertanggung jawab untuk dapat mengerti isi pesan yang disampaikan dengan
baik dan benar . Penerima pesan juga memberikan umpan balik kepada pengirim
pesan untuk memastikan bahwa pesan telah diterima dan dimengerti secara
sempurna .Semua
peristiwa komunikasi akan melinatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim
ineormasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang,
tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga.
Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut
source, sender, atau encoder.
Pesan
(
Message ), Pesan
yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim
kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau
melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan,
informasi, nasihat atau propaganda. Merupakan saluran atau jalan yang dilalui
oleh isi pernyataan komunikator kepada komunikan dan sebaliknya . Pesan dapat
berupa kata - kata atau tulisan , tiruan , gambaran atau perantara lain yang
dapat digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda seperti
telepon , televisi , fax , photo copy , email , sandi morse , semarphone
, sms , dan sebagainya . Pemilihan channel dalam proses komunikasi tergantung
pada sifat berita yang akan disampaikan Dalam
bahasa inggris pesan biasanya diterjemahkan dengan kata massage, content atau informasi
(Hafied Cangara, 2008;22-24).
- Media, Media adalah alat sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antarmanusia, media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindra manusia seperti mata dan teliga. Pesan-pesan yang diterima pancaindra selanjutnya diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan. Akan tetapi, media yang dimaksud dalam buku ini, ialah media yang digolongan atas empat macam, yakni: Media antarpribadi, untuk hubungan perorang (antarpribadi) media yang tepat digunakan ialah kurir /utusan, surat, dan telpon. Media kelompok, Dalam aktivitasa komunikasi yang melibatkan khlayak lebih dari 15 orang, maka media komunikasi yang banyak digunakan adalah media kelompok, misalnya, rapat, seminar, dan konperensi. Rapat biasanya digunakan untuk membicarakan hal-hal penting yang dihadapi oleh suatu organisasi. Seminar adalah media komunikasi kelompok yang biasa dihadiri 150 orang. Konferensi adalah media komunikasi yang dihadiri oleh anggota dan pengurus dari organisasi tertentu. Ada juga orang dari luar organisasi, tapi biasanya dalam status peninjau. Media publik, kalau khalayak lebih dari 200-an orang, maka media komunikasi yang digunakan biasanya disebut media publik. Misalnya rapat akbar, rapat raksasa dan semacamnya. Media massa, jika khalayak tersebar tanpa diketahui di mana mereka berada, maka biasanya digunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat, internet, kabar, film, radio, dan televisi (Hafied Cangara, 2008;123-126).
- Komunikan (Penerima), Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelempok, partai atau negara. Penerima biasa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver. Dalam proses komunikasi telah dipahami bahwa keberadaan penerima adalah akibat karena adanya sumber. Merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator . Dalam proses komunikasi , penerima pesan bertanggung jawab untuk dapat mengerti isi pesan yang disampaikan dengan baik dan benar . Penerima pesan juga memberikan umpan balik kepada pengirim pesan untuk memastikan bahwa pesan telah diterima dan dimengerti secara sempurna .Tidak adanya penerima jika tidak ada sumber. Penerima adalah elemen penting dalam proses komunikasi, karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterima oleh penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang sering kali menuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan, atau saluran.
- Pengaruh(respon), Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini biisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh karena itu, pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau pengetahuan, sikap, dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan (Hafied Cangara, 2008;22-27).
Analisa:
Dari
kelima
unsur komunikasi tersebut merupakan kesatuan yang utuh dan bulat, dalam arti
apabila salah satu unsur tidak ada maka komunikasi tidak akan
terjadi. Dengan demikian masing-masing unsur saling berhubungan dan saling
ketergantungan. Dan keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh semua unsur
tersebut.
Dari 5 unsur komunikasi
diatas dapat mengambil kesimpulan bahwa:
·
Komunikator (communicator) yaitu memberi berita,dalam hal ini
adalah orang yang berbicara, pengirim berita atau orang yang memberitakan.
Dalam arti lain menjadi sumbernya.
Pesan
( Message ) adalah salahsatu cara berkomunikasi yang
disampaikan dapat dalam bentuk berita, perintah,
laporan
atau saran
yang akan disampaikan dari komunikator terhadap komunikan dalam dengan melalui
media.
·
Media.
adalah wadah berkomunikasi atau untuk menyampaikan Informasi atau
berita, dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatakan,mengirim ataupun
menyiarkan. Apalagi di jaman modern seperti
saat ini media sangatlah penting
mengenai komunikasi. Karna di jaman modern informasi sangatlah mudah
didapatkan karana media, khususnya media masa.
· .
·
Komunikan (penerima) yaitu salah satu dari unsur komunikasi
dan penerima adalah orang yang dituju
atau objeknya yang mendengarkan informosi atau berita dari komunikator,dan
pihak penjawab atau para pengunjung yang
menerima informasi atau berita.
· Pengaruh(respon),adalah
sebuah r
eaksi
atau tanggapan setelah mendapatkan atau
mendengar kabar dan informasi dalam bentuk respon
dan ekspresi
3. Cara
penyaluran ide melalui komunikasi
Komunikasi dalam organisasi
sangat penting karena dengan adanya
komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling
bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau
menjalani kehidupan sehari-hari.
Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan
perlulah membicarakan komunikasi secara lebih
terperinci.
Dalam
menyalurkan solusi dan ide
melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender)
maupun si
penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil
seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik
yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar
mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Pada
umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti
oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti
oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan gerak gerik badan
seperti tersenyum,menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu. Dalam menyalurkan
ide atau solusi harus ada si pengirim (sender) dan si penerima (receiver).
Ide-ide yang diambil pun tidak sembarangan, tetapi ada penyaringan dan seleksi
untuk diambil ide manakah yang terbaik untuk di ambil dan dilaksanakan untuk
oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama,serta visi dan misi suatu
organisasi.
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
- Ide (gagasan) => Si Sender
- Perumusan
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata. - Penyaluran (Transmitting)
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb. - Tindakan
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan. - Pengertian
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver. - Penerimaan
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).
Dalam
membina kerja
sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina
koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan
tujuan organisasi.
Agar
tercapai koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat penting
dilaksanakannya komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga
koordinasi dan kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga.
Suatu
keputusan adalah rasional secara sengaja
bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja
oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secara
organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual.
Pengambilan
keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam
akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari
adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau
lingkungan organisasi.
Analisis:
Cara
menyalurkan ide melalui komunikasi. Oarang biasanya setelah mendapatkan ide
akan disampaikan melalui komunikasi. Dan
salah satu contoh dari cara menyalurkan ide melalui kominiksi
adalah berinteraksi dalam berorganisasi
dengan pengutarakan pendapat melalui komunikasi. Bias juga menyalurkan ide
melalui komunikasi melalui media masa, dengan mengutarakan idenya melalui media
masa maka idenya tersebut bias diketahui atau berguna bagi orang banyak.
Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat
dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan gerak gerik
badan seperti tersenyum,menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu. Dalam
menyalurkan ide atau solusi harus ada si pengirim dan si penerima.
4.
Hambatan-hambatan
komunikasi
Komunikasi adalah suatu cara untuk
menyampaikan informasi antara satu orang dengan orang yang lain. Sebagai
makhluk sosial manusia pasti melakukan komunikasi agar dapat berinteraksi satu
dengan lainnya, oleh karena itu komunikasi saat erat hubungannya
dengan manusia sebagai makhluk social Di dalam komunikasi
selalu ada
hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. Sehingga
informasi dan gagasan yang disampaikan
tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau
receiver.
Hambatan
Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak
pencegahan terhadap kelancaran
pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas
dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di
bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi
dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
Keterbatasan
fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi semakin berkurang
dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi, komunikasi dan
informasi. Sehingga saluran komunikasi dapat diandalkan dan efisien
sebagai media komunikasi. Menurut Chruden dan Sherman, dalam bukunya
Personnel Management ,
1976, jenis hambatan teknis dalam komunikasi :
a.
Tidak adanya rencana dan prosedur kerja yang jelas
b.
Kurangnya informasi atau penjelasan.
c.
Kurangnya keterampilan membaca.
d.
Pemilihan media (saluran) yang kurang tepat.
Ø
Hambatan Semantik
Gangguan
semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara
efektif. Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan
lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan
pengertian (komunikan dan komunikator), tapi seringkali proses penafsirannya
keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan dengan apa yang di simbolkannya
dapat mengakibatkan data yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang
dimaksudkan sebenarnya. Untuk menghindari misi komunikasi yang seperti ini,
seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik
komunikannya, dan melihai kemungkinan penafsirannya terhadap kata-kata
yang dipakai.
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau
idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang
diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi
tidak jelas bagaimanapun baiknya
transmisi.
Hambatan semantik dibagi menjadi
3, diantaranya:
1.
Salah pengucapan kata atau istilah karena terlalu cepat berbicara.
contoh:
partisipasi
menjadi partisisapi.
2.
Adanya perbedaan makna dan pengertian pada kata-kata yang pengucapannya sama.
Contoh:
bujang (Sunda: sudah; Sumatera: anak laki-laki).
3.
Adanya pengertian konotatif
Contoh:
secara denotative, semua setuju bahwa anjing adalah binatang berbulu, berkaki
empat. Sedangkan secara konotatif, banyak orang menganggap anjing sebagai
binatang piaraan yang setia, bersahabat dan panjang ingatan.
Untuk menghindari mis-komunikasi
semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai
dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan
kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya.
Ø
Hambatan Manusiawi
Terjadi
karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi, presepsi, kecakapan atau
ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan panca indera manusia,dll.
Menurut Chruden dan Sherman:
a.
Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia yaitu perbedaan umur,
perbedaan presepsi,perbedaan keadaan emosi, perbedaan status, keterampilan
mendengarkan, penyaringan dan pencairan informasi.
b.
Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi yaitu Suasana
iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staff dan efektifitas
komunikasi organisasi.
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh
orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.
II. Ada
beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1.
Mendengar.
Biasanya kita mendengar apa yang
ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun
tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita,
itulah yang ingin kita dengar.
2.
Mengabaikan informasi yang bertentangan
dengan apa yang kita ketahui.
3.
Menilai sumber.
Kita cenderung menilai siapa yang
memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang
suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4.
Persepsi yang berbeda.
Komunikasi tidak akan berjalan
efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan.
Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan
penerima pesan.
5.
Kata yang berarti lain bagi orang yang
berbeda.
Kita sering mendengar kata yang
artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang
sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya.
Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam
kemudian.
6.
Sinyal nonverbal yang tidak konsisten.
Gerak-gerik kita ketika
berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita
pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi
yang berlangsung.
7.
Pengaruh emosi.
Pada keadaan marah, seseorang akan
kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang
diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8.
Gangguan.
Gangguan ini bisa berupa suara
yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
.
Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi
1.
Membuat suatu pesan secara
berhati-hati, tentukan maksud dan tujuan komunikasi serta komunikan yang
akan dituju.
2.
Meminimalkan gangguan dalam proses
komunikasi, komunikator harus berusahadapat membuat komunikan lebih
mudah memusatkan perhatian pada pesan yang disampaikan sehingga penyampaian
pesan dapat berlangsung tanpa gangguan yang berarti.
3.
Mempermudah upaya umpan balik antara
si pengirim dan si penerima pesan, Cara dan waktu penyampaian dalam
komunikasi harus direncanakan dengan baik agar mengahasilkan umpan balik dari
komunikan sesuai harapan.
Menurut
Ron Ludlow &
Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunkasi tidak efektif
yaitu :
- Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya. - Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain. - Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya. - Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup. - Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas. - Poor choice of
communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas. - No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.
Analisa:
Hambatan
hambatan dalam komunikasi : manusia sebagai manusia social pastinya membutuhkan
komunikasi, untuk berinteraksi terhadap satu sama lainya komunikasi itulah yang
di butuhkan manusia, sebagai makhluk social. Dalam berkomunikasi pastinya ada
saja yang menjadi hambatan untuk berkomunikasi. Salah satu hambatan dalam
komunikasi adalah perbedaan bahasa antara komunikator terhadap orang yang di
ajak komunikasi tersebut. Dan hambatan lainnya yaitu hambatan manusiawi salah
satu contohnya adalah saat salah satu komunikator berkomunikasi tidak di mengerti
atau salah tanggap, maka berbedalah apa yang di sampaikan dari komunikator
dengan pengertian orang yang di ampaikan.
5.
Klasifikasi
komunikasi dalam organisasi
KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Teori komunikasi adalah satu pandangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja untuk
sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah komunikasi yang hendak dibuat. Melalui penulisan ini pejelasan tentang beberapa teori komunikasi akan
dibuat. Terdapat dua aspek utama yang dilihat secara tidak langsung dalam bidang ini sebagai satu bidang
pengkajian yang baru. Aspek pertama ialah perkembangan dari beberapa sudut atau
kejaidian seperti teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia. Teknologi komunikasi contohnya radio, televisi, telefon, setelit, rangkaian komputer telah menghasilkan
ide untuk mengetahui apakah kesan perkembangan teknologi komunikasi terhadap
individu, masyarakat dan penduduk disebuah negara. Perkembangan politik dunia,
memperlihatkah bagaimana kesan politik terhadap publik sehingga
menimbulkan propaganda dan
pendapat umum. Seterusnya perkembangan perindustrian seperti perminyakan dan
perkapalan menuntut betapa perlunya komunikasi yang berkesan untuk meningkatkan
produktivitas dan kualitas agar mencapai maksud atau tujuan organisasi
tersebut. Aspek kedua ialah dari sudut kajian di mana para pelajar berminat untuk mengkaji bidang-bidang yang berkaitan
dengan komunikasi seperti mereka yang dari bidang psikologi sosial mengkaji penggunaan teknologi baru terhadap kesan
tayangan animasi kepada anak-anak , propaganda dan dinamik kelompok. penjelasan
atas politik dunia seperti menganalisa propaganda Nazi
yang mampu mempengaruhi pendengar sehingga mereka patuh dan bersatu.
Selanjutnya kajian awal penyelidik atas perindustrian yang pada separuh abad
ke-20 tertuju kepada memenuhi keinginan sektor pemasaran untuk mengetahui
komunikasi dengan lebih dekat setelah pengiklanan menunjukan kepentingannya.
Oleh karena itu, bidang komunikasi mengambil langkah dan maju kedepan setelah
berlakunya pengembangan dari sudut teknologi komunikasi, perindustrian dan
politik dunia serta kajian-kajian yang telah dilakukan. Sehingga bidang
komunikasi menjadi bidang pengkajian yang baru dan mula diminati oleh banyak
orang. Namun, bidang yang menjadi asas kepada bidang komunikasi ialah bidang-bidang sains sosial seperti sosiologi, pendidikan, psikologi sosial, pengurusan, antropologi dan psikologi.
Komunikasi lisan
komunikasi
lisan secara langsung
adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap
muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi
mereka.lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/
berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.
komunikasi
lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara
alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain
sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.
Komunikasi tulisan
komunikasi
tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa
adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat,
jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima.Komunikasi tulisan dapat berupa
surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.
komunikasi
tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk
masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat
kabar, majalah, buku-buku dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi
secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain
sebagainya.
KOMUNIKAS VERBAL
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan
menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa
merupakan
pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk
setiap bahasa yaitu
KOMUNIKASI NONVERBAL
Komunikasi nonverbal adalah
proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak
menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah
menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi
wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian,
potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara
seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan
gaya berbicara.Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan
definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan
komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa
isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal
karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong
sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda
dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal
ataupun nonverbal.
JENIS - JENIS KOMUNIKASI NONVERBAL
:
KOMUNIKASI OBJEK
Komunikasi objek yang paling umum
adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang
digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe.
Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya
menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih
mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan
komunikasi objek adalah seragam.
Sentuhan
Haptik adalah
bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat
termasuk:
bersalaman,
menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan,
dan lain-lain.
Masing-masing
bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang
penyentuh.
Sentuhan
juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif
ataupun negatif.
Kronemik
Kronemik adalah
bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan
waktu
dalam
komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas,
banyaknya aktivitas yang
dianggap
patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).
Gerakan tubuh
Dalam
komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak
mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh
biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya
mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan
sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan
kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau
untuk melepaskan ketegangan
Proxemik
Proxemik atau
bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan
orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada.
Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat
keakraban Anda dengan orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka
atau tidak suka dan perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga
menunjukkan simbol sosial. Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang
interpersonal :
Jarak
intim
Jarak dari mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk bercinta, melindungi, dan menyenangkan.
Jarak dari mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk bercinta, melindungi, dan menyenangkan.
Jarak
personal
Jarak yang menunjukkan perasaan masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga menunjukkan keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah kaki sampai empat kaki.
Jarak yang menunjukkan perasaan masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga menunjukkan keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah kaki sampai empat kaki.
Jarak
sosial
Dalam jarak ini pembicara menyadari betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak ini pembicara berusaha tidak mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak antara empat kaki hingga dua belas kaki.
Dalam jarak ini pembicara menyadari betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak ini pembicara berusaha tidak mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak antara empat kaki hingga dua belas kaki.
Jarak
publik
Jarak publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga.
Jarak publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga.
Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur
nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal
ini disebut paralinguistik.
Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan
berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan
suara-suara pengisi seperti "mm", "e", "o",
"um", saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam
komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.
Lingkungan
Lingkungan
juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya
adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan,
dan warna. Proses komunikasi dalam suatu o r g a n i
s a s i harus memberi kemungkinan dalam empat
arah yang berbeda, kebawah,
ke atas, horizontal dan diagonal. Deskripsi dar arah
komunikasi tersebut sebagai berikut :
1.Komunikasi ke bawah.
2.Komunikasi ke atas
3.Komunikasi horizontal
4.Komunikasi diagonal
1. Komunikasi ke bawah.
Mengalir
dari orang pada hierarki yang lebih tinggi ke jenjangyang lebih rendah.
Misalnya dalam bentuk instruksi, memoresmi, prosedur, pedoman kerja,
pengumuman, dan sebagainya.
2. Komunikasi ke atas
Porsi
ini sebenarnya dituntut untuk seimbang dengan komunikasike baawah. Berbeda
dengan komunikasi ke bawah, komunikasike atas mengalir dari orang pada
hierarki yan lebih rendah kejenjang yang lebih tinggi. Misalnya,
dalam bentuk kotak sara,pertemuan kelompok, pengaduan, dan sebagainya.
3. Komunikasi horizontal
Merupakan
pertimbangan utama dalam desain organisasi,namun organisasi yang efektif
memerlukan juga komunikasihorizontal yang sangat perlu bagi koordinasi
dan integrasi dariberaneka ragam fungsi keorganisasian. Misalnya,
komunikasiantar produksi dan pemsaran dalam organisasi bisnis, dsb.
4. Komunikasi diagonal
Merupakan
jalur komunikasi yang paling jarang digunakan,komunikasi diagonal penting dalam
situasi ketika para anggiotatidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui
jalur ini.
Analisa:
o Dalam
komunikasi organisasi terdapat beberapa macam klasifikasi komunikasi dan
diantaranya adalan sebagai berikut:
·
Dari
segi sifatnya :
a. Komunikasi
lisan : komunikasi
yang langsung berbicara.
b. Komunikasi
tertulis : komunikasi yang melalui
tulisan.
c. Komunikasi
verbal : komunikasi yang
dibicarakan / diungkapkan.
d. Komunikasi
nonverbal : komunikasi yang tersirat.
·
Dari
segi arahnya :
a. Komunikasi
ke atas : komunikasi dari
bawahan ke atasan.
b. Komunikasi
ke bawah : komunikasi dari atasan ke bawahan.
c. Komunikasi
horizontal : komunikasi ke sesama manusia yang derajatnya /
tingkatnya sama.
d. Komunikasi
satu arah : Komunikasi tanpa ada timbal balik.
e. Komunikasi dua
arah : komunikasi dengan adanya timbal
bakik / saling berkomunikasi.
·
Dari
segi lawannya :
a. Komunikasi
satu lawan satu : berbicara dengan lawan bicara yang sama.
b. Komunikasi
satu lawan banyak(kelompok) : berbicara antara satu orang dengan satu kelompok.
c. Komunikasi
lawan kelompok : berbicara antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.
·
Dari
segi keresmiannya :
a.
Komunikasi formal : komunikasi
yang langsung resmi.
b.
Komunikasi informal : komunikasi yang tidak
resmi.
Daftar
pustaka:
http://yuliacenonk.blogspot.com/2012/03/16.html
Sumber : http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/10/13/hambatan-hambatan-dalam-komunikasi/
http://hakim8015.blogspot.com/2014/11/pengertian-komunikasisoft-skil.html
https://idadwiw.wordpress.com/2011/12/18/pengertian-komunikasi/