Kata
Pengantar
Puji
Syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan
karuniaNya sehingga kami semua dapat menyelesaikan tugas makalah
‘Manusia dan Cinta Kasih’ dengan baik dan tepat waktu.
Mohon
maaf apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam makalah. Semoga
makalah ini dapat berguna bagi Penulis maupun kepada Pembacanya.
Terima Kasih.
Bekasi
, 15 Maret 2014
i
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ……………………….
i
DAFTAR
ISI ………………….
ii
BAB
I
PENDAHULUAN ……………………….. 1
A.
Latar Belakang ……………. 1
BAB
II PEMBAHASAN ……………….
2
A.
Pengertian Cinta Kasih ……………………… 2
B.
Cinta Menurut Ajaran Agama ……………….
3
C.
Kasih Sayang …………………………
5
D.
Kemesraan ……………………
5
E.
Pemujaan
………………. 6
F.
Belas Kasih …………..
7
G.
Cinta Kasih Erotis
…………….. 7
BAB
III CONTOH
KASUS ……………………… 8
PENUTUP
………………………… 9
DAFTAR
PUSTAKA
ii
BAB
I PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Pada
hakikatnya sejak manusia dilahirkan, manusia sudah diberikan perasaan
oleh Tuhan. Perasaan merupakan kebutuhan manusia yang fundamental.
Dalam
menjalani kehidupan di dunia ini, manusia selalu memiliki perasaan
cinta kasih dalam berbagai macam aspek kehidupan. Contoh, cinta
kepada keluarga, cinta kepada teman, cinta kepada saudara, cinta
kepada suatu pekerjaan, cinta kepada alam, dan lain-lain. Tidak ada
manusia di dunia ini yang memiliki rasa cinta kasih, kecuali orang
yang jiwanya telah menghilang (jiwanya telah mati).
1
BAB
II PEMBAHASAN
Pengertian
Cinta Kasih
Cinta
adalah perasaan (rasa) suka terhadap makhluk hidup (manusia).
Sedangkan kasih adalah perasaan kasih atau belas kasih terhadap
makhluk hidup (manusia). Jadi Cinta Kasih dapat diartikan suatu
perasaan manusia yang berdasar pada ketertarikan antar makhluk hidup
(manusia) dengan didasari pula rasa belas kasih. Victor Hago
menyimpulkan, “mati tanpa cinta sama halnya dengan mati dengan
penuh dosa”. Dan Erich Fromm dalam bukunya menyebutkan,
“cinta itu yang paling utama adalah memberi, bukan menerima. Yang
paling penting dalam memberi adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi,
bukan material. Yang merupakan ungkapan paling tinggi dari
kemampuan”. Cinta dapat berlangsung sesaat, tetapi rasa kasih
sayanglah yang akan menuntun dan melanjutkan seseorang untuk
mengetahui apa itu arti cinta yang sesungguhnya. Setiap orang memang
mempunyai pengertian cinta yang berbeda, tergantung individu itu
sendiri yang mengalami suatu kejadian atau pengalaman yang ia alami.
Dr.
Sarwito W. Sarwono mengemukakan
bahwa cinta memiliki 3 unsur, yaitu ketertarikan, keintiman, dan
kemesraan. Ketertarikan adalah perasaan untuk hanya bersama dia,
segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman adalah adanya
kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku untuk menunjukkan bahwa
seseorang itu dengan seseorang lainnya sudah tidak ada jarak lagi.
Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin mengenal lebih dekat
dengan seseorang yang dekat dengan kita. Biasanya kemesraan
ditunjukkan dengan perilaku saling bersentuhan maupun dengan ucapan
atau kata-kata yang lebih mendalam.
2
Cinta
Menurut Ajaran Agama
Cinta Dalam Ajaran Islam
Cinta
seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki
adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang
diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia , yaitu kecenderungan
kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan
fisiknya.
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Rum ayat 21).
Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor , karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang , keharmonisan , penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka , lapang dan sempit.
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya. Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.
Islam adalah agama fitrah karena itulah Islam tidaklah membelenggu perasaan manusia. Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.
Pernikahan Tempat Bermuaranya Cinta
“Tidak terlihat diantara dua orang yang saling mencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan” (Sunan Ibnu Majah).
Pernikahan dalam Islam merupakan sebuah kewajiban bagi yang mampu. Dan bagi insan manusia yang saling mencintai, pernikahan seharusnyalah menjadi tujuan utama mereka.
Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada pernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan agama sangat tidak disarankan oleh Islam.
Cinta dalam pandangan Islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik, dan bukan pula pembenaran terhadap perilaku yang dilarang agama. Karena hal ini bukanlah cinta melainkan sebuah lompatan birahi yang besar saja yang akan segera pupus. Karena itu cinta memerlukan kematangan dan kedewasaan untuk membahagiakan pasangannya bukan menyengsarakannya dan
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Rum ayat 21).
Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor , karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang , keharmonisan , penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka , lapang dan sempit.
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya. Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.
Islam adalah agama fitrah karena itulah Islam tidaklah membelenggu perasaan manusia. Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.
Pernikahan Tempat Bermuaranya Cinta
“Tidak terlihat diantara dua orang yang saling mencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan” (Sunan Ibnu Majah).
Pernikahan dalam Islam merupakan sebuah kewajiban bagi yang mampu. Dan bagi insan manusia yang saling mencintai, pernikahan seharusnyalah menjadi tujuan utama mereka.
Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada pernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan agama sangat tidak disarankan oleh Islam.
Cinta dalam pandangan Islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik, dan bukan pula pembenaran terhadap perilaku yang dilarang agama. Karena hal ini bukanlah cinta melainkan sebuah lompatan birahi yang besar saja yang akan segera pupus. Karena itu cinta memerlukan kematangan dan kedewasaan untuk membahagiakan pasangannya bukan menyengsarakannya dan
bukan
juga menjerumuskannya ke jurang maksiat.
Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah adalah sebuah perbuatan maksiat yang diharamkan oleh agama. Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua orang manusia yang saling mencintai sangatlah tipis sehingga pernikahan adalah sebuah obat yang sangat tepat untuk mengobatinya.
Pernikahan adalah sebuah perjanjian suci yang menjadikan ALLAH SWT sebagai pemersatunya. Dan tidak ada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah puncak segala kenikmatan cinta itu dimana kedua orang yang saling mencinta itu memilih untuk hidup bersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan berbagi hidup baik suka maupun duka.
Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah adalah sebuah perbuatan maksiat yang diharamkan oleh agama. Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua orang manusia yang saling mencintai sangatlah tipis sehingga pernikahan adalah sebuah obat yang sangat tepat untuk mengobatinya.
Pernikahan adalah sebuah perjanjian suci yang menjadikan ALLAH SWT sebagai pemersatunya. Dan tidak ada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah puncak segala kenikmatan cinta itu dimana kedua orang yang saling mencinta itu memilih untuk hidup bersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan berbagi hidup baik suka maupun duka.
Cinta
Menurut Agama Kristen (Protestan & Katholik)
1.
Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)
2.
Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh
3:18)
3.
Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)
4
Cinta
Menurut Agama Hindu
Cinta
adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu
obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya
terhadap suatu obyek. Obyek dari cinta kasih itu adalah semua ciptaan
Sanghyang Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Esa.
Ciptaan
Tuhan dapat digolongkan dalam tingkatan sesuai eksistensinya atau
kemampuannya yaitu:
a.
Eka
pramana ialah makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan
berupa bayu/tenaga/ hidup, seperti tumbuh-tumbuhan.
b.
Dwi
pramana ialah makhluk hidup yang memiliki dua aspek kemampuan berupa
bayu dan sabda/bicara, seperti hewan/binatang.
c.
Tri
pramana ialah makhluk hidup yang memiliki tiga aspek kemampuan berupa
bayu, sabda dan ide/pikiran, seperti manusia.
Cinta
menurut agama Budha
Dalam
Nikaya Pali, yaitu Dhammapada ada satu bab yang diberi judul Piya
Vagga yang berarti kecintaan. Begitu pula dalam Majjhima Nikaya
terdapat sutta yang berjudul Piyajatika Sutta yaitu khotbah tentang
orang-orang tercinta.
Dalam
Bahasa Pali juga ditemukan beberapa istilah cinta, seperti: piya,
pema, rati, kama, tanha (jawa trenso), ruci, dan sneha yang memiliki
arti: rasa sayang, kesenangan, cinta kasih sayang, kesukaan, nafsu
indera (birahi), kemelekatan, dsb, yang terjalin antara dua insan
berbeda jenis atau cinta dalam lingkup keluarga.
5
Kasih
Sayang
Kasih
sayang adalah perasaan cinta untuk saling menghormati, mengasihi,
menyayangi semua makhluk ciptaan Tuhan.
Kasih
sayang adalah faktor penting dalam suatu kehidupan. Karena jika kita
memiliki cinta namun tidak berdasar pada kasih sayang, maka seseorang
tersebut tidak mengerti apa itu cinta yang sesungguhnya, cinta
terhadap makhluk ciptaan Tuhan. Maka perasaan cinta harus didasari
oleh kasih sayang atau belas kasih.
Kemesraan
Kemesraan
berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang
akrab. Kemesraan pada dasarnya merupakan kasih yang telah mendalam.
Kemesraan adalah hubungan akrab antara pria dan wanita atau suami dan
istri. Kemesraan merupakan bagian hidup manusia.
Yose
Ortega Y Gasset dalam novelnya ‘On Love’ mengatakan, “di
kedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa
syarat dengan objek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang
mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya”.
Selanjutnya
Yose mengatakan, bahwa si pecinta tidaklah akan kehilangan pribadinya
dalam aliran energy cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya
dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang
untuk mengenal dirinya sendiri.
Cinta
yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan
merupakan perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya
kreatifitas manusia. Dengan kemesraan seseorang dapat menciptakan
bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakat. Dapat dituangkan dalam
berbagai macam seni misalnya seni tari, seni musik, dsb.
Dalam
seni tari berbagai daerah mengenal bentuk tari kemesraan seperti tari
Karonsih dan Gatotkaca Gandrung dari Jawa Tengah, tari Merak dari
Jawa Barat. Biasanya seni tari disajikan dalam upacara pernikahan.
6
Pemujaan
Pemujaan
adalah perwujudan cinta manusia terhadap Tuhan. Kecintaan manusia
terhadap Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupaan manusia. Hal
ini dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna
kehidupaan yang sebenarnya. Penyebab hal tersebut terjadi karena
Tuhan pecipta alam semesta. Seperti dalam surat Al-furqan ayat 59-60
yang menyatakan: “dia yang menciptakan langit dan bumi beserta
apa-apanya diantara keduanya dalam 6 rangkaian masa, kemudian dia
bertahta diatas singgah sananya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah
kepadaNya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui.” Selanjutnya
ayat 60, “bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan yang
Maha Pengasih.”
Kalau
manusia cinta kepada Tuhan karena Tuhan sungguh maha Pengasih dan
Maha Penyayang. Kecintaan manusia itu dimanivestasikan dalam bentuk
pemujaan atau sembahyang. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai
cara pemujaan sesuai dengan agama,kepercayaan,kondisi dan situasi.
Sembahyang dirumah, dimasjid, digereja,dipura,dicandi, bahkan
ditempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan
kepada Tuhan. Oleh karena itu, pemujaan ini sebenarnya karena manusia
ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal itu berarti manusia mohon
ampun atas segala dosanya,mohon perlindungan,mohon dilimpahkan
kebijaksanaan,dsb.
Pemujaan
dapat menimbulkan daya kreatifitas pecintanya dengan cara mencipta.
Banyak kita temui Arca-arca yang menggambarkan dewa-dewa yang dipuja
dalam kesenian pahat.
Seni
tari pun ada pula yang bersifat mengagungkan nama Tuhan atau yang
dianggap “Tuhan”. Misalnya Tari Sanghyang Dedari dan Tari
Sangyang Jaran di Bali adalah Tarian yang bersifat Keagamaan. Tarian
ini hanya ditarikan pada upacara agama, tidak boleh ditonton oleh
para turis, penontonnya pun terbatas serta ditarikan pada dini hari
tidak sembarang waktu.
Di
Jawa pemujaan diungkapkan dalam bentuk wayang kulit. Dalang wayang
kulit dianggap orang lebih daripada orang awam.
Dalam
seni musik, banyak didendangkan lagu yang bersifat mengagungkan nama
Tuhan. Lagu-lagu keagungan Tuhan bukan hanya terdapat dalam agama
Kristen atau Katholik saja, gama Islam,agama Hindu dan Agama Buddha
pun mengenal lagu-lagu keagungan Tuhan. Bahkan lagu modern pun ada
lagu yang mengagungkan nama Tuhan.
7
Belas
Kasihan
Belas
kasihan adalah emosi manusia yang muncul akibat melihat penderitaan
orang lain. Rasa belas kasihan membuat orang-orang merasa iba
sehingga ingin menolong atau memberikan sesuatu yang bisa
membahagiakan atau meringankan beban orang-orang yang mengalami
kesulitan atau musibah.
Belas
kasihan juga dilandaskan dengan rasa kasih sayang sesama manusia.
Jadi sesama umat manusia kita harus saling tolong menolong untuk
meringankan beban setiap orang yang mengalami kesulitan. Sehingga
setiap orang dapat merasakan kebahagiaan.
Belas
kasihan dapat menimbulkan daya kreatifitas yang berarti orang yang
dapat berbuat,berkarya,mencipta,dsb. Kreatifitas itu bisa dalam
bentuk seni yaitu seni suara,seni sastra,dll.
Cinta
Kasih Erotis
Dalam
cinta kasih persaudaraan merupakan cinta kasih antar orang yang sama
dan sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih
terhadapa orang lemah yang tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan
besar antara keduanya tetapi mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya
cinta kasih tidak terbatas hanya seorang saja. Berlawanan dengan
2jenis cinta kasih diatas adalah cinta kasih erotis yaitu kehausan
akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang
lainnya.
Cinta
kasih erotis seringkali dicampur baurkan dengan pengalaman yang
eksplosif berupa jatuh cinta. Mulai dari pengalaman intimitas,
kemesraan yang tiba-tiba atau sementara saja. Cinta kasih erotis
adalah rasa cinta yang dipenuhi oleh nafsu dan rasa ingin lebih
memiliki lebih.
8
BAB
III CONTOH KASUS
Studi
Kasus
manusia dan cinta kasih yang akan
Kami
sampaikan adalah
tentang seorang anak yang memiliki seorang Ibu
yang kejam tanpa seorang Ayah,
seperti yang kita tahu
keluarga yang utuh bisa tercipta karna ada Ayah,
Ibu,
dan Anak.
Anak yang di lahirkan tanpa seorang
Ayah
akan merasa
kurang kasih sayang dan cinta dari seorang Ayah
bahkan tidak dapat merasakannya, apalagi ibu yang melahikan
tidak memberikan
perhatian yang layak sebagai seorang anak, anak tersebut akan lebih
cenderung ke hal-hal yang negatif
seperti
menjadi anak yang nakal, keras kepala, dan pemberontak. Hal ini
juga
dapat merugikan orang
lain karna dia dapat melukai perasaan orang lain dengan sikapnya.
Sehingga dia juga tidak peduli bahkan tidak peka akan cinta, kasih
sayang dan perhatian.
Dalam
hal ini tanggung
jawab sangat berperan
besar dalam hubungan manusia dengan cinta kasih karna setiap manusia
membutuhkan cinta kasih dari seorang Ibu
yang melahirkan anaknya dan membutuhkan perhatian serta dukungan moal
dari seorang ibu.
Jadi,
dari kejadian di atas kita dapat menganalisis bahwa cinta dan kasih
sangat berperan
penting dalam perkembangan seorang anak dan pembentukan kepribadian
seseorang.
9
Penutup
Demikianlah
makalah yang Kami buat semoga dapat Bermanfaat serta menambah wawasan
Bagi pembacanya. Dan penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam
penulisan kata dan kalimat yang tidak jelas dan kurang dimengerti.
Untuk
kesempurnaan makalah kami,mohon kritik dan saran yang membangun.
Sekian penutup dari kami semoga berkenan di hati dan Kami ucapkan
Terima Kasih.
10
Daftar
Pustaka
Joko
Tri Prasetya, Drs. Dkk., Ilmu Budaya Dasar,PT Rineka
Cipta,Jakarta,1991
http://semriwingcinta.blogspot.com/2013/09/cinta-dalam-ajaran-islam.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar