Suburnya social media dimanfaatkan oleh para komunikator dan motivator untuk beralih menggunakan social media sebagai panggung dan transportasi untuk membuat laris dagangan nya. Bahkan para politikus, marketer, pengamat politik, ibu rumah tangga, anak SD, menteri, guru sekolah, sastrawan, polisi, semua kalangan sudah mulai menggunakan social media sebagai alat dan sarana untuk berkomunikasi dan bergaul, bahkan pencitraan.
Banyak fasilitas social media yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan IT di dunia dulu ada friendster, sakrang adala Facebook, kemudia bergeser ke twitter (mikro blogging). Social media memberikan ruang yang luas bagi para penggunanya untuk mengekspresikan apa saja yang dapat dikonsumsi oleh semua orang yang ada di dunia maya. Bahkan sarana komunikasi saat ini seperti blackbeery messenger, yahoo messenger, skype, whatsapp dll mendorong komunikasi di social media semakian meriah.
Dahulu etika dikenal sebagai aturan baku yang dilakukan sebatas etika standard seperti: gimana kalo kita ketemu orang yang lebih tua? Gimana kalo kita sedang makan dengan keluarga? Bagaimana memberikan salam kepada orang yang lebih tua? Bagaimana memperlakukan anak kecil? Bagaimana bicara yang baik di telephone? Dan banyak lagi standard etika yang yang kita tahu sejak kecil, saat ini era social media, semua orang didunia ini bisa berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung tanpa terbatas oleh jarak, waktu dan tempat.
Twitter adalah salah satu fasilitas social media mikro blogging yang setiap orang bebas berkomunikasi dengan siapa saja yang ada twiter. Di twitter kita hanya diberi slot maks 140 karakter (huruf) untuk menyampaikan uneg-uneg kita atau mau mengkomentari pendapat orang lain Di twitter kita bisa berkomunikasi dengan bebas dengan mem-follow dan di follow oleh orang lain di dunia ini, tanpa batas. Di twitter kita bisa upload foto apa saja; mendapatkan teman dari kalangan mana saja; menemukan trending topic yang lagi hot di dunia ; kita bisa dapat informasi apa saja
Karena apapun yang kita twit dilihat dan bisa dikomen oleh semua orang baik yang follow kita maupun yang kita follow (jika posisi account tidak private), maka kemungkinan twit kita menjadi suatu bentuk yang positif seperti pujian, penghargaan, atau apa pun bisa menjadi account twitter kita menjadi “punya kelas” apa lagi kita di mention oleh orang yang terkenal atau public figure dan begitu sebalik nya jika twit kita isi nya mengenai hal2 yang ditdak disukai oleh public twiter maka akan mendapatkan celaan atau cacimaki yang membuat secara image account kita jadi jelek.
kesimpulannya adalah jangan sembarang twit atau post seenaknya aja, karena belum tentu semua orang suka dengan apa yg kita posting..
sumber : http://jalan2sigede.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar